TUGAS UTS MANAJEMEN KESUBURAN TANAH

Sabtu, 20 Oktober 2012


PENGARUH PEMAKAIAN PUPUK GUANO BAGI KESUBURAN TANAH
https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT12z_oiGCB_1u3ioqiKk2ihyJi8ab7FYr1dvSIybUppCh25Yp7uA







Oleh:
Alusia Destia Sari
105040200111149
Kelas D



PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012

1. Latar Belakang
Bila ditinjau kondisi lahan di lapangan saat ini, bisa dilihat ketergantungan tanah pada pupuk anorganik dan pola percepatan hasil menggunakan pupuk anorganik (dalam hal ini Urea). Pola budaya petani secara umum lebih memperhatikan hasil yang melimpah tanpa perhatian pada kondisi tanahnya. Penggunaan pupuk anorganik terus menerus akan mengurangi kesuburan tanah dan gangguan pada keseimbangan hara. Pemberian Guano diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Tujuan penelitian ini : 1) mencoba alternatif pengganti Urea dengan Guano pada batas proporsi tertentu, 2) pemberian Guano menunjang ketersediaan N pada Inceptisol dan Serapan N sehingga meninkatkan hasil pertumbuhan tanaman. Adapun jenis pupuk anorganik yang sering digunakan petani pada tanaman budidaya yakni urea. Urea mempunyai kandungan nitrogen 46%, bersifat higroskopis dan mudah hilang dalam pencucian yang intensif.
Kotoran kelelawar ternyata juga menjadi pupuk yang sangat bagus. Karena kotoran kelelawar khususnya yang hidup digua-gua yang ada di Indonesia mengandung senyawa organik. Kotoran kelelawar yang dalam dunia pertanian disebut pupuk guano mengandung nitrogen, fosfor dan potassium sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan, merangsang akar dan pembuangan serta kekuatan batang tanaman. Kotoran kelelwar yang sudah mengendap lama dalam dasar gua akan bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai. Pupuk Guano merupakan pupuk  organik yang berasal dari kotoran kelelawar yang berada di  gua-gua. Kelelawar yang jumlahnya ribuan tersebut, setiap harinya memproduksi kotoran selayaknya makhluk hidup lainnya (proses ekskresi). Guano Kelelawar mengandung elemen mineral mikro dan makro yang lengkap yang dibutuhkan tanaman. Guano Kelelawar mengandung  Nitrogen (N) = 5,7; Phospor (P2O2) = 8,6; Kalium (K2O) = 2,0. Pupuk seperti inilah yang saat ini sedang dicari sebagai pengganti pupuk dari bahan kimia. Selain lebih ramah lingkungan juga tidak mengandung efek lain yang ditimbulkan. Pupuk guano merupakan bahan yang efektif untuk penyubur tanah, karena kandungan fosfor dan nitrogennya tinggi. Superfosfat yang terbuat dari guano digunakan untuk topdressing. Tanah yang kekurangan zat organik dapat dibuat lebih produktif dengan tambahan pupuk ini. Guano mengandung amonia, asam urat, asam fosfat, asam oksalat, dan asam karbonat, serta garam tanah. Tingginya kandungan nitrat juga menjadikan guano komoditas strategis.

2. Syarat-syarat tanah subur (berkaitan dengan pemakaian pupuk guano)
Tanah terbentuk secara alami yaitu dari hasil pelapukan dan pengendapan batuan bahan-bahan organik. Tanah merupakan lapisan kulit bumi paling atas. jenis di Indoesia ada yang subur dan ada juga yang tidak subur. Tanah yang subur banyak dimanfaatkan penduduk untuk kegiatan pertanian yang berguna untuk memenuhi kubutuhan hidup manusia. Suatu tanah dikatakan subur apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Banyak mengandung unsur hara (zat yang dibutuhkan tanaman),
  2. Mempunyai kandungan zat H2O atau cukup mengandung air,
  3. Struktur tanahnya baik (gembur), tidak banyak mengandung bebatuan
Untuk memberikan unsure hara pada tanah, diperlukan penambahan pupuk pada tanah. Pupuk dapat di defenisikan sebagai unsur hara yang berasal dari bahan alami (organik) atau bahan buatan (anorganik) yang di berikan kepada tanaman. Di dalam tubuh tanaman pupuk adalah sebagai salah satu sumber zat hara buatan yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan nutrisi terutama unsur-unsur nitrogen , fosfor, dan kalium. Sedangkan unsur sulfur, kalsium, magnesium, besi, tembaga, seng, dan boron merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikronutrien). Maka dengan demikian pupuk sangat berpengaruh dengan kesuburan tanah.

3. Manfaat dan Dampak Penggunaan Pupuk Guano Bagi Kesuburan Tanah
Penggunaan pupuk guano ini sangat berperan dalam proses pertumbuhan tanaman, tidak hanya menambah unsur hara tetapi juga menjaga fungsi tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Disamping itu Guano dapat menekan biaya produksi karena harga jauh lebih murah daripada urea. Berikut adalah manfaat yang diberikan oleh pupuk guano terhadap kesuburan tanah:
1) Pemberian guano dapat menggantikan peran Urea dalam meningkatkan ketersediaan N dalam tanah pada proporsi dosis tertentu,
2) Kombinasi pupuk Urea dan guano yang berpengaruh terhadap ketersediaan N, serapan N & pertumbuhan tanaman.
Suatu penelitian dapat memberi informasi tentang kemampuan guano dengan kandungan hara lengkap dapat menggantikan pupuk anorganik (Urea) yang penggunaannya semakin diluar batas dan memberi pilihan bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik. Pemberian pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik, biologi, dan kimia tanah sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman. Memperbaiki suasana tanah dengan komposisi BO dan C-Organik yang cukup serta sebagai buffering keseimbangan hara dalam tanah. Salah satu pupuk organik yang digunakan pada penelitian ini adalah guano yaitu pupuk yang berasal dari proses dekomposit kotoran kelelawar dimana kandungan hara makro dan mikro cukup lengkap dan pada batas yang tinggi.
Adapun juga kelebihan Pupuk Guano Kelelawar dibanding dengan pupuk phosphat buatan yaitu, pupuk Guano tidak mengandung zat residu. Guano tinggal lebih lama dalam jaringan tanah sehingga dapat meningkatkan produktifitas tanah dan menyediakan makanan bagi tanaman lebih lama daripada pupuk phosphat buatan, jadi meninggalkan unsur hara pada tanah. Manfaat-manfaat yang lain dari pupuk guano adalah :
§  Banyak lur (cacing)
§  Menetralkan keasaman tanah
§  Meningkatkan unsur hara tanah
§  Akar lebih banyak
§  Batang tanaman lebih besar.
§  Tanaman lebih kokoh dan kuat.
§  Daun lebih lebar dan tebal.
§  Warna daun hijau muda (pupus)
§  Daun tegak lurus.
§  Padi mentes (padat)
§  Beras lebih pulen.
§  Mengurangi gulma
Peningkatan unsure hara tersebut sangat mempengaruhi tingkat kesuburan tanah dan tanaman.







4. Kesimpulan
Berdasarkan keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk mengatur dan meningkatkan kesuburan tanah baik didalamnya terkait dengan peningkatan unsure hara maka dilakukan dengan pemupukan secara organic. Salah satu caranya adalah dengan pemberian pupuk guano karena  menunjang ketersediaan N pada Inceptisol dan Serapan N sehingga meninkatkan hasil pertumbuhan tanaman. Adapun jenis pupuk anorganik yang sering digunakan petani pada tanaman budidaya yakni urea. Urea mempunyai kandungan nitrogen 46%, bersifat higroskopis dan mudah hilang dalam pencucian ysng intensif. Ditinjau dari pengertiannya, Kesuburan Tanah adalah kemampuan suatu tanah untuk menghasilkan produk tanaman yang diinginkan, pada lingkungan tempat tanah itu berada. Produk tanaman berupa: buah,  biji, daun, bunga, umbi, getah, eksudat, akar, trubus, batang, biomassa, naungan, penampilan dan sebagainya. Oleh karena itu dengan menggunakan pupuk guano tesebut diperoleh beberapa manfaat diantaranya termasuk : banyak lur (cacing), menetralkan keasaman tanah, meningkatkan unsur hara tanah, akar lebih banyak, batang tanaman lebih besar, tanaman lebih kokoh dan kuat., daun lebih lebar dan tebal, warna daun hijau muda (pupus), daun tegak lurus, padi mentes (padat), beras lebih pulen, mengurangi gulma











Daftar Pustaka

Anonim.,2001 Pemanfaatan Guano Sebagai Indikator Peningkatan Kandungan Unsure Hara Tanah. Pantai. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi DIY Dengan Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta. 118h.
Foth, H. D,. 1995. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Erlangga. Jakarta.
Poerwowidodo. 1992. Telaah Kesuburan Tanah. Angkasa. Bandung.
Syekhfani. 1997. Hubungan Hara, Air, Tanah dan Tanaman. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar